SEKOLAH KEDOKTERAN
Kenapa harus sekolah kedokteran?
Anakku ingin sekolah kedokteran. Anakku ingin jadi dokter.
Apakah aku mampu membiayai anakku masuk ke sekolah kedokteran?
Pertanyaan dan pernyataan diatas sering terlintas di pikiran ibu-ibu yang mempunyai anak sekolah dari Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas.
Sekolah kedokteran memang harus siap dengan segala konsekuensinya. Siap dengan biaya sudah pasti, apalagi siap dengan mental bagi anak yang benar-benar ingin menjadi dokter.
Semua ini bukan omong kosong karna butuh sekitar 7 semester mendapatkan gelar S.Ked (Sarjana Kedokteran), hampir 2 tahun menjalani per-koas an untuk mendapat gelar dokter (dr.) di depan nama, sampai 1 tahun pengabdian untuk mendapatkan STR (Surat Tanda Registrasi ) untuk bisa berpraktek secara legal di Indonesia.
Total waktu yang dihabiskan untuk menjadi dokter sekitar 7 tahun. Jika mengambil jurusan lain mungkin sudah otw ke jenjang kuliah S2. Masalahnya disini bukan hanya sebatas waktu yang lama yang telah dihabiskan untuk sekolah tetapi apa saja yang dialami semasa menjalani sekolahnya.
1. Dari awal pendaftaran dan memilih Universitas yang diinginkan saja sudah tentu akan mendapat banyak persaingan. Universitas negeri sudah pasti lebih banyak pesaingnya karna sudah dijamin biaya masuk lebih murah dan SPP bulanan atau semesterannya lebih sedikit juga dibandingkan Universitas Swasta. Jadi kalau anaknya benar-benar ingin menjadi dokter lebih baik dari awal sudah harus rajin belajar supaya dapat masuk ke Universitas Negeri.
2. Pendidikan di Universitas berbeda dengan jaman SMA, karna disini anak-anak remaja ini dipesiapkan untuk menghadapi dunia yang lebih luas yang akan mereka jalani selanjutnya. Ada beberapa anak yang mngaku tidak kuat menjalani kehidupan kuliah dimana mereka harus lebih aktif belajar mandiri dan mengerjakan setumpuk tugas yang apabila ditunda hanya akan menambah beban. sangat berbeda dengan SMA yang jika PR lupa dikerjakan sang guru masih dengan baik memberikan waktu tambahan. di Kampus?? siap-siap saja mendapat tambahan tugas dan nilai yang tidak diharapkan.
Selain kuliah umum akan ada praktikum dan skill lab, yang mewajibkan kehadiran dan keterampilan, setiap hari hp harus on standbye karna akan ada kuliah dadakan yang gak akan bisa di tebak. maklum yang mengajar sekolah kedokteran kan spesialis dimana jadwal mereka akan banyak melibatkan praktek panggilan CITO ( segera / gawat darurat ) yang terpaksa harus mengganti jadwal mengajar dengan jadwal yang disesuaikan se bisa pengajarnya yang harus sangat di maklumi oleh para mahasiswa. siap-siap saja jika ada kabar mendadak kuliah atau pengunduran waktu kuliah.
Anak SMA yang taunya senin-jumat/sabtu dengan jadwal dan jam belajar sudah pasti akan berubah ke jadwal yang padat dan tidak tau kapan akan beristirahat.
Ujian tidak lagi ujian semester saja. tapi ada ujian tengah blok dan akhir blok. setiap bagian tubuk masuk kedalam masing masing blok. contoh jika akan belajar kulit di blok Skin, jika ingin belajar jantung di blok Cardiovaskular, jika ingin belajar darah di blok hematologi, dan lain sebagainya. akan banyak yang di pelajari di sekolah kedokteran.
3. Masa koas adalah tahap yang sebenarnya bisa dibilang menuju ke dunia nyata pekerjaan sebagai dokter.Akan banyak belajar penyakit-penyakit pasien dari spesialis langsung. biasanya masing-masing spesialis akan kita ikuti antara 4-10 minggu tergantung di stase kecil atau stase besar. selain hubungan kita dengan spesialis sudah pasti harus baik, karna kita belajar ilmu dari nya, kita juga harus ramah pada semua sisten baik bidan ataupun perawat yang bekerja dengannya. bahkan kalau bisa kita juga baik dengan CS yang bekerja di rumah sakit tersebut. akan selalu ada manfaatnya untuk kita orang baru ramah pada semua anggota rumah sakit.
4. Masa pengabdian kepada negara atau Internsip walau hanya satu tahun tapi akan banyak hal yang dihadapi. selain belajar berpraktek mandiri, kita juga harus melaksanakan tugas berkelompok dimana kebanyakan kita akan bercampur dengan dokter-dokter lulusan universitas lain yang memilih wahana atau rumah sakit yang sama dengan kita.
5. Pelatihan untuk meningkatkan skill selama menjadi dokter umum harus diambil jika ingin mendapat skill yang lebih terampil. tentunya biaya pelatihan juga tidak ada yang murah ya.....
kalu kamu anak orang kaya dan rajin belajar mending langsung lanjut sekolah spesialis ya setelah mengabdi......
Biaya sekolah kedokteran tidak akan murah, jika setelah jadi dokter kamu belum bisa berpraktek mandiri karna belum mempunyai modal untuk fasilitas yang memadai, kamu harus bekerja untuk orang laiin atau institusi tertentu,. Apakah kamu akan langsung mendapat gaji yang besar? belum tentu...
Setelah banyak penjelasan lika-liku yang dihadapi selama sekolah kedokteran, apakah kamu masih mau anakmu menjadi dokter?? Atau sudah benar-benar siapkah anakmu menjalani perjalanan sekolah kedokteran??????........
terimakasih....😇

Komentar
Posting Komentar